#lishanpembatikl4 #2
Pada tugas akhir level 2 menyaratkan bahwa peserta harus membuat praktik pembelajaran berbasis TIK. Waktu itu saya mencoba untuk menggunakan aplikasi Kahoot dalam melakukan asesmen awal sebelum pembelajaran. Siswa sangat antusias dalam mengikuti dan mengerjakan soal karena tidak perlu membuat akun, pilihan avatar untuk nama pengguna sangat banyak, penskorannya dibuat ranking, serta soal hanya akan bisa didapatkan siswa di depan melalui LCD yang tersambung dengan laptop admin/guru yang membuat soal tersebut sehingga terkesan lebih interaktif dan tidak terfokus terus dalam gadget mereka masing-masing.
Gambar 1. Pengaplikasian pertama Game Based Learning menggunakan Kahoot
Pada tanggal 11 Oktober 2023 kemarin saya mencoba lagi untuk menggunakan aplikasi Kahoot untuk asesemen dengan materi yang berbeda. Hasilnya pun masih sama, yaitu anak-anak lebih suka dan antusias dalam mengerjakan asesmen. Bahkan, ada yang memintanya lagi karena sangat seru.
Gambar 2. Pengaplikasian kedua Game Based Learning menggunakan Kahoot
Melihat antusiasme siswa, kemudian saya memutuskan untuk berbagi dengan menyosialisasikan cara penggunaan aplikasi Kahoot kepada guru-guru di sekolah tempat saya mengajar, SMPIT Assalaam Sanden. Kahoot ini juga dapat digunakan untuk tim, sehingga kita juga dapat menumbuhkan rasa gotong royong atau kolaborasi siswa dengan bantuan aplikasi ini. Selain itu, hasil skor siswa juga langsung keluar sehingga bisa digunakan untuk asesmen awal siswa dan menjadi dasar atau acuan pengelompokan tim pada siswa.
Nah, bagaimana pendapat murid-murid tentang penggunaan Kahoot. Yuk, simak video berikut!

